Cantik, Bukan Cuma Dandanan

Urusan dandan udah jadi ritual wajib kaum hawa. Nggak heran kalau bedak, gincu, kutek, tali rambut, jepitan, sisir, dan bahkan cermin jadi isi tas sebagian wanita. Wah, ribet memang!

Iya seh, siapa juga yang mau kelihatan kucel dan jelek. Semua gadis pasti pengin kelihatan cantik, rapi dan penuh percaya diri. Masalahnya, ukuran cantik enggaknya seseorang nggak ada rumus bakunya. Satu orang menilai sosok tertentu cantik, belum tentu yang lain menilainya sama. Yang jelas, ada yang menilai kecantikan itu dari wajahnya. Kalo kamu ngelihat wajah segernya Marshanda, Tamara Blezinsky, Jihan Fahira atau Dian Sastro, pasti kamu setuju kan kalau dibilang mereka itu memang cantik.

            Ada juga seseorang dinilai cantik lebih karena bodinya. Para peragawati misalkan, untuk tampil di atas cat walk tidak mengandalkan kecantikan wajah tapi ‘kecantikan’ tubuh. Ya, tubuh yang langsing kerempeng dianggap cantik dibanding yang gendut.

Vena Melinda, seleb yang mantan Puteri Indonesia ini juga menonjolkan kecantikannya dari bodinya yang seksi. Nggak heran kalo doi suka pakai baju serba terbuka dan minim untuk menonjolkan kelebihannya. ‘’Kalo ditunjang tubuh yang proporsional, nggak salah kan kalo pakai baju seksi,” katanya bangga, seperti banyak dilansir di media.

            Agnes ‘Dini’ Monica juga kurang lebih sama. Wajahnya mungkin tergolong ‘biasa’ untuk ukuran artis. Tapi seringnya tampil dengan baju minim dan serba terbuka membuat doi dibilang cantik. ‘‘Gua nggak kepikir apa itu baju seksi apa enggak, yang penting gua ngerasa nyaman,” kata pemeran sinetron Amanda ini enteng.

            Ada juga yang konon menilai kecantikan dari ‘dalam’ alias inner beauty. Orang yang pinter, punya pembawaan menarik, supel, gaul dan kharismatik biasanya menjadi daya tarik tersendiri. Inner beauty ini kadang jadi dalih pembenaran dalam kontes-kontes untuk memilih ‘wanita cantik’. Ya, macam kontes Putri Indonesia atau Miss Universe gitulah.

Yang pasti, apapun itu definisi cantik, kaum hawa rajin berlomba-lomba memperindah diri dari berbagai sisi. Wajah, rambut, kulit hingga bentuk tubuh jadi sasaran perawatan. Mulai ujung rambut ampe ujung jempol kaki semua dipermak biar kelihatan lebih ‘ngejreng’. Ada yang pakai trik ngecat rambut, pakai wig, cukur alis, pasang bulu mata palsu, cat kuku bahkan ampe pasang anting di udel. Semuanya demi satu tujuan: cantik.

Dilarang Tabarruj

            Menjadi cantik sah-sah saja bagi wanita. So, kalo kamu hobi bersolek boleh-boleh aja, tapi ada batasnya. Maksudnya, musti tetap pada koridor Islam. Dalam Islam berhias dianjurkan, yakni dalam rangka untuk keserasian, kebersihan dan kerapian. Bukan menonjolkan kecantikan wajah atau kemolekan tubuh.

            Jadi, bolehlah kamu sekadar pakai bedak tabur biar wajah nggak kelihatan buram kayak kertas pofokopian, bedak talk agar nggak bau…bau…ketek (nyontek Projeck Pop neh), atau berjilbab dan berkerudung dengan warna senada agar tampak serasi. Tapi niatkan ini untuk ibadah, menjaga kerapian dan kesehatan diri. Sebab, Allah SWT menyukai keindahan dam kebersihan. Jadi, setiap wanita juga kudu jaga kebersihan dan memperindah diri. But, tampil bersih, rapi dan serasi bukan buat menarik ikhwan, apalagi menarik gerobak..he..he. Kan malu-maluin kalo akhwat tampil kumal, apalagi bau. Jaim dong!

Oh ya, berhias ini kadang justru disunahkan, khususnya bagi istri di depan suami atau sebaliknya suami di hadapan istri. Nah, kalo di sini seh kagak ada batasan berdandannya, oke-oke aja asal tetap di dalam kehidupan khusus.

             Yang jadi masalah, kalau kecantikan itu diobral, dan dipertontonkan di tempat-tempat umum atau kepada bukan mahram. Allah SWT jelas melarangnya, apalagi motivasinya buat menarik perhatian lawan jenis. Itu namanya tabarruj, Non!

Tabarruj berasal dari akar kata al buruj yang berarti bangunan benteng, istana atau menara yang menjulang tinggi. Jadi, wanita yang bertabarruj berarti menampakkan tinggi-tinggi kecantikannya, sebagaimana benteng atau istana atau menara yang menjulang tinggi-tinggi.

Tabarruj adalah perbuatan nista yang tegas-tegas diharamkan Allah SWT. Allah berfirman: “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara-saudara perempuan mereka.” (An Nur; 31)

Wanita dikatakan bertabarruj kalau suka memoles bibirnya dengan lipstik, memakai parfum yang wanginya menyengat hidung, mengenakan pakaian warna-warni, ketat dan pendek, jalannyapun melenggak-lenggok. Bila berbicara suaranya dibuat mendesah agar bisa memikat dan menyihir laki-laki. Rasul saw bersabda: ‘'Wanita yang memakai parfum (yang merangsang) dan lewat di satu majelis (kelompok pria), maka sesungguhnya dia ‘begini' (yakni berzina)'' (HR At-Tirmidzi).
        Wanita kayak gitu nggak beda ama orang yang menawarkan kecantikannya untuk dinikmati orang lain. Ia menjajakannya di jalan-jalan, di pasar-pasar dan di berbagai tempat pertemuan. Laksana seorang penjual gula-gula yang menghiasi barang dagangannya dengan warna-warni yang menarik dan kertas-kertas yang mengkilat, sehingga mengundang perhatian dan membangkitkan selera kaum adam. Astaghfirullah!

Kecantikan Sejati

Biasanya, yang memotivasi wanita bersolek dan berhias adalah agar dirinya dikatakan dan dipandang cantik oleh laki-laki sehingga tertarik padanya. Sebab sebagian wanita mengira kecantikan adalah daya tarik satu-satunya yang bisa menawan setiap lelaki. Maka, untuk mengejar target cantik ini wanita terkadang rela mengorbankan segalanya, bahkan hingga reputasinya sebagai wanita muslimah yang terhormat.

Benar, dengan penampilannya yang cantik dan erotis ia akan bisa memikat banyak laki-laki. Tetapi keterpikatan itu bukan untuk sesuatu yang suci. Sebaliknya, untuk tenggelam dalam syahwat dan lumpur dosa.

Di sini, banyak wanita yang lupa tentang kecantikan sejati. Mereka mati-matian membentuk dan mengolesi setiap anggota tubuhnya dengan bahan kosmetika. Benarkah dengan demikian mereka menjadi cantik? Tak selalu. Apalagi kalo dandannya menor alias berlebihan. Segala sesuatu yang melewati batas akan menjadi sebaliknya. Kecantikan yang hakiki adalah karya Allah, Dzat yang mencipta segala sesuatu secara cermat dan sempurna.

Kecantikan sesungguhnya adalah kecantikan alami. Warna merah rona pipi wanita yang timbul dari rasa malu, jauh lebih indah dan tak tertandingi oleh warna merah kosmetik yang terbaik sekalipun. Bagaimanapun juga, tangan manusia tidak akan mampu meniru kecantikan yang diciptakan oleh Allah.

Berapa banyak wanita yang mengotori kecantikannya dengan bersolek secara berlebih-lebihan? Sudahlah ngabisin biaya, rugi waktu lagi. Ya, berapa ratus ribu rupiah dikeluarkan wanita tiap bulannya untuk mengurusi kecantikannya. Baik untuk membeli produk kosmetik yang saat ini berjubelan di pasaran, maupun pergi ke salon untuk mempermak wajah, rambut dan tubuhnya. Juga, berapa jam dia habiskan setiap harinya untuk bersolek di depan cermin.

Padahal, cantik tidaknya seorang wanita tidaklah mempengaruhi amalannya. Cantik tidaknya wanita tidak menunjukkan kepribadiannya. Allah SWT tidak akan menghukum wanita hanya karena terlahir dengan wajah ‘biasa’, dan tidak akan memberi pahala besar bagi wanita yang konon tercantik di dunia sekalipun. Allah SWT memberikan imbalan pahala dilihat dari amal perbuatannya. Karena manusia yang paling mulia di sisi-Nya adalah wanita yang paling bertakwa, bukan yang paling cantik atau yang paling seksi.

So, kalo kamu merasa diri nggak cantik, nggak usah murung, apalagi putus asa. Itu sudah qodho’ Allah SWT yang harus kamu syukuri. Sebab, betapa banyak wanita yang dikarunia kecantikan tapi memanfaatkannya untuk melanggar aturan Allah. Bagi wabagian wanita cantik bukan berarti membawa berkah, malah bisa jadi musibah. Ya, wanita cantik yang memamerkan aurat dan mempertontonkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya lebih berpotensi menjadi korban pelecehan seksual bahkan perkosaan. Sebab dengan begitu, ia telah membangkitkan nafsu seksual laki-laki.

Karena itu, hendaknya kita patuhi firman Allah SWT yang artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuan-mu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu…”(Al Ahzab: 59)

Wanita muslimah, ia senantiasa berjilbab, membungkus dan menyembunyikan kecantikan dan perhiasannya. Tidak ada yang kelihatan daripadanya selain telapak tangan dan wajah. Allah mensyariatkan jilbab agar menjadi benteng bagi wanita dari gangguan orang lain. Jilbab adalah lambang ketakwaan dan Islam. Jilbab adalah bukti masih adanya rasa malu. Jilbab adalah pagar kehormatan dan kesucian. Dan itu membuatnya sebagai wanita yang lebih cantik, luar dalam, suci dan terhormat.[kholidah]

One thought on “Cantik, Bukan Cuma Dandanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s