Keramahan dan Kemurahan

Salam bin Kuhail berkata bahwa Umar bin Khaththab ra berkata, “Wahai rakyatku! Sungguh hak kami bagimu sekalian: nasihat (untuk mengingatkan) yang ghaib dan saling menolong dalam kebaikan. Sungguh, bukanlah merupakan kemurahan hati yang lebih dicintai Allah dan tidak lebih bermanfaat dari kemurahan hati dan keramahan seorang pemimpin.Wahai rakyatku! Sungguh, bukanlah merupakan suatu kebodohan yang sangat dibenci Allah dan tidak lebih bahaya (dampaknya) dari kebodohan seorang pemimpin dan kepandirannya.

Wahai rakyatku! Sungguh, barangsiapa yang mencari rezeki untuk orang yang berada di sekelilingnya, maka Allah akan memberinya rezeki lebih banyak dari apa yang telah ia dapatkan.” [Source: Tarikh ath-Thabari 4/224]

Kedermawanan Sa’id bin al-‘Ash

Suatu ketika, Muhammad bin Jahm al-Barmaki (pernah menjadi gubernur di masa Khalifah al-Ma’mun) bermaksud menjual rumahnya. Beberapa orang berkumpul dan salah seorang di antara mereka membayar rumah itu seharga 50.000 dirham. Muhammad bin Jahm berkata kepada si pembeli, “Ambillah rumah ini dan berbahagialah serta bersenang-senanglah!”

“Mengapa demikian?” tanya si pembeli heran.

“Karena rumah ini berdampingan dengan rumah Sa’id bin al-‘Ash,”

“Bagaimana perilakunya terhadap para tetangga?”

“Jika kamu meminta sesuatu dia pasti akan memberi. Bila kamu tidak meminta, dia akan menawarkan diri. Bila kamu menyakitinya ia akan membalasnya dengan kebaikan. Dan bila ia berbuat baik kepadamu, ia tidak akan menceritakannya kepada orang lain.”

Cerita ini sampai ke telinga Sa’id bin al-‘Ash. Ia pun memberi Muhammad bin Jahm 100.000 dirham seraya berkata, “Ambillah uang ini dan urungkan niatmu untuk menjual rumah!” [Source: al-Mukhtar min Nawadir al-Akhbar, terj.]

Hanya Dua Hal

Saat matahari seakan-akan enggan bersinar mengiringi langkahmu tanpa harapan, saat bulan bintang seakan-akan terlapis mendung hanya untuk malammu, gelap, muram dan suram, saat gunung seakan-akan hanya tegak berdiri memandang rendah tubuh kecilmu yang semakin terpuruk, saat ombak seakan-akan hanya datang menerjang tanpa belas kasih untuk menelan nyali kerdilmu, saat daun-daun seakan-akan melambai hanya untuk menertawakan kebodohan dan kelemahanmu, saat angin seakan-akan hanya bertiup kencang untuk menampar keras dengan semua kegagalanmu, saat orang-orang tercinta seakan-akan pergi dengan senyuman sinis penuh pengkhianatan dengan membawa serta senyum, tawa dan kebahagiaanmu, bahkan saat sahabat dan kerabat pergi menjauh dan hanya memandang acuh tak acuh berhias swaksangka dan curiga akan ketulusanmu…

Itulah yang disebut TERBUANG TAK BERGUNA dan HANYA 2 HAL yang

bisa dilakukan:

Duduk terpekur di tengah malam mengenggam mutiara-mutiara mohon ampunan atas kelalaian dan kealpaan dan mencoba mengadu dengan bahasa yang tak harus terucapkan hanya kepada dan untuk Dia … Allah Swt.

Lalu duduk bersimpuh membasuh kaki bunda dengan air penyesalan dan mohon ampun atas ketidakbaktian. Dan esok pasti akan ada asa yang akan muncul entah dari mana… mungkin dari tempat yang tak pernah terduga … Atau dibawa oleh seseorang yang tak pernah terpikirkan atau terbayangkan untuk diharapkan dapat membawanya. [Source: Motivasi_Net]

—————————–

Persahabatan adalah hal tersulit untuk dijelaskan di dunia ini. Dan, ini bukan soal apa yang anda pelajari di sekolah. Tetapi, bila anda tidak pernah belajar makna persahabatan, anda

benar-benar tidak belajar apa pun. [Muhammad Ali]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s