Ketenaran Sesaat vs Pahala Sepanjang Masa

jamil-kece1a.jpgOleh: Jamil az-Jaini, KUBIK LeadershipTahu Very, Mawar, Tia, dan Micky? Pasti tahu dong ya? Yup, mereka adalah para akademia AFI. Kayaknya hampir tiap hari mantengin acaranya kok. Iya kan? Pokoknya segalanya deh, mulai dari kehiatan bangun tidur sampe tidur lagi, dan bunga-bunga kehidupan yang tercipta di antara mereka sedlama masa karantina.

Tahu Ali Sucipto? Yudistira Virgus? Atau, Edbert Jarvis Sie? Atau, Ardiansyah? Atau Andika Putra? Kalau sobat muda menganggap nama-nama itu asing di telinga, jangan sedih, maklumlah, mereka memang tidak cukup diekspos media massa. Jangankan tampang, nama mereka saja tidak nongol di halaman depan surat kabar, tabloid dan majalah, apalagi di prime time siaran televisi dan radio kita. Dibandingkan Tia, Haykal, dan Miki (tiga finalis AFI 2), misalnya, pemberitaan soal Ali Sucipto dan kawan-kawan bisa dibilang ‘cuma secuil’.  Padahal mereka ini adalah jawara-jawara dalam bidang fisika. Tingkat internasional pula.

Sekadar tahu aja, Yudistira dkk adalah juara Olimpiade Fisika Internasional yang baru aja selesai digelar di Pohang, Korea Selatan. Hebatnya, mereka menempati ranking lima dunia dari 73 negara peserta di bawah Belarusia, Cina, Iran, dan Kanada. Amrik, Jerman, dan Jepang mah lewat sodara-sodara! Tapi kenapa mereka tidak kita kenal? Boro-boro profil atau segala tektek bengek mereka, lha wong denger namanya aja baru (jangan-jangan itu pun karena kamu baca di sini, hehehe…)

Kita maklum kok kalo kamu nggak ngeh nama orang-orang pinter itu, abis gimana ya, pemerintah kita juga  kurang menghargai mereka-mereka yang cerdas. Bandingkan dengan penghargaan pemerintah atau pihak manapun di negeri ini kepada para ‘entertain’ alias penghibur baik dalam bidang olah raga ataupun olah vokal. Para atlit atau artis yang baru pulang dengan membawa kemenangan di ajang internasional tentu disambut bak pahlawan, dihujani dengan hadiah-hadiah yang menggiurkan dan fasilitas-fasilitas yang ‘wah’. Tapi tidak untuk jawara-jawara sains kita ini. Mengenaskan!

Islam menghargai banget lho orang yang berilmu kayak Ali Sucipto cs. Allah Swt. sebagai pencipta kita akan mengangkat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat sebagaimana firmannya: “….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS al-Mujaadilah: 11)

Sekarang ilmu apa yang akan menaikkan derajat orang-orang yang mempelajarinya? So pasti tsaqofah Islam dan sains. Tsaqofah Islam adalah pengetahuan yang menjadikan akidah Islam sebagai sebab pembahasanya, seperti ilmu tauhid, fikih, tafsir, hadits, bahasa Arab dan ushul fikih.  Sains adalah pengetahuan yang diperoleh melalui metode analisis, eksperimen dan induksi.  Contohnya fisika, kimia, teknik, matematika, kerajinan tangan, dan navigasi.

Banyak banget dari berbagai aktifitas kita saat ini menjadi lebih mudah, cepat dan murah karena nerapin penemuan sains dan teknologi yang dihasilkan dari orang-orang yang berotak encer, macam Ali Sucipto cs.  Dan yang pasti bagi penemu sains dan teknologi yang bermanfaat dengan dilandasi iman, Allah swt yang nyiptain kita., alam semesta dan kehidupan menjamin pahalanya ngalir terus…sampe hari kiamat. Sementara bagi pemenang AFI, Indonesian Idol, dan KDI hadiah dan ketenarannya hanya sesaat dan gampang musnah. Pahalanya gimana? Nggak janji dach![]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s