Tayangan Mistik Tak Mendidik

Oleh: N. Handayani           

Hampir seluruh stasiun televisi menggelar tayangan mistik. Menyadari bahwa tayangan seperti itu melingkar-lingkar di seputar dunia gaib, maka untuk menyenangkan pemirsanya beragam tayangan mistik yang sebenarnya “itu-itu” saja berubah menjadi menarik dengan kemasan memikat.

Bicara masalah mistik hampir bisa ditebak bercerita tentang dunia gaib dan para lelembut, tapi pemirsa bisa begitu betah saat dihadirkan bagian dari reality show yang disisipkan dalam program tersebut seperti segmen “Uji Nyali” dalam Dunia Lain, atau “Uka-Uka” dalam Gentayangan, bahkan ada yang unik sekaligus menggelitik ala Ghosbuster, dalam Pemburu Hantu.

Stasiun televisi berlomba memikat pemirsa lewat tayangan mistik yang dikemas menarik dan intreaktif itu. Sehingga pemirsa merasa dilibatkan, malah mungkin melibatkan diri dalam program tersebut. Kenyataan seperti ini sungguh sangat mengkhawatirkan. Sebab, masyarakat kita akhirnya bisa memaklumi bahwa tayangan seperti itu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sungguh sangat tipis batas antara mempercayai keberadaan mereka sebagai makhluk Allah dengan mempercayai sepenuhnya bahwa mereka bisa memasuki dan mengendalikan kehidupan manusia. Sehingga tak mengherankan kalo pada akhirnya tayangan tersebut mempengaruhi kehidupan pemirsanya. Akibatnya, kepercayaan kepada Allah Swt. kian memudar, sementara kepercayaan kepada para dukun dan paranormal semakin kuat. Ini akan merusak akidah umat dan tentunya nggak mendidik.

Dengan demikian, kita bisa mulai memutuskan untuk tidak mempercayai isi program tayangan mistik di televisi. Selain tidak ada gunanya untuk kehidupan kita, juga khawatir malah menodai kemurnian akidah kita. Tak perlu ditonton. Selain itu, kita mengajak masyarakat lainnya untuk menyadari bahaya ini sehingga bersama-sama melakukan protes kepada pemerintah untuk menghentikan penayangan program tersebut. Lalu, menggantinya dengan tayangan mendidik seperti film dokumenter tentang iptek atau program dakwah Islam. Itu jauh lebih mendidik umat ini. Tapi saya meragukan jika program-program yang ditayangkan televisi di negeri ini akan jadi semakin baik dan mendidik, jika negara ini masih setia menerapkan aturan sekularisme.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s