Cemburu kepada mantan kekasih

Assalaamu ‘alaikum wr. wb.

Saya mau tanya sedikit. Saya punya seorang teman laki-laki. Saya suka kepadanya. Sempat ingin jadian, tapi tidak terlaksana karena orang tuanya tidak setuju dengan saya yang bukan berasal dari daerah asalnya. Akhirnya kami berpisah, meski saya masih merindukan dan mencintainya. Bahkan ketika dia dekat dengan akhwat lain, saya merasa cemburu. Apa yang harus saya lakukan Mbak? Pernah saya nelpon dia, dia bilang masih mencintai saya.

Lintang, Depok

Wa ‘alaikumus salaam wr. wb.

Adik Lintang di Depok,

Cinta adalah salah satu ekpresi naluri melestarikan jenis (gharizah nau’). Setiap kita selalu ada potensi untuk jatuh cinta, yang bangkitnya rasa cinta ini selalu dirangsang oleh fakta-fakta yang kita indera dari diri seseorang atau khayalan-khayalan kita tentang dirinya. Artinya selalu ada alasan betapapun sederhananya sehingga kita bisa mencintai seseorang.

Kedekatan adik dengan teman laki-laki adik itulah yang menumbuhkan benih cinta. Orang Jawa mengatakan “witing tresno jalaran soko kulino” (cinta itu tumbuh karena terbiasa dekat). Dalam kedekatan selalu ada fakta yang bisa memunculkan pesona. Mungkin fisiknya, suaranya, perhatiannya, atau apapun dari dirinya. Suara dia di telpon pun cukup membangkitkan kembali rasa cinta yang terpendam.

Adik Lintang,

Cinta memang anugerah. Tapi bisa jadi petaka bila kita tidak memahami dan mengendalikannya. Bisa membutakan hati dan melumpuhkan akal sehat kita. Cinta yang menggebu-gebu bisa membuat orang “tabrak sana, tabrak sini”, yang membuat pelakunya berani melewati batas-batas hukum Allah.

Untuk itu kenalilah seperti apa cinta yang sejati dan fahami bagaimana mengarahkan dan mengendalikannya, agar adik bisa menjaga kesucian dan kehormatan cinta. Yakinlah dengan cara ini cinta tidak akan jatuh ke tempat yang salah.

Adik Lintang,

Manusia memiliki kecenderungan mencintai hal-hal yang indah dalam pandangannya. Al Quran menyebutkan: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali Imran [13]: 14)

Namun Allah Swt. juga telah mengingatkan hamba-Nya yang beriman bagaimana menempatkan rasa cinta. Allah Swt.berfirman: “Katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS at-Taubah [9]: 24)

Dengan demikian, cinta yang sejati hanyalah ketika kita menempatkannya di bawah kecintaan kita kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad fii sabiilillah. Itu sebabnya keinginan untuk senantiasa meraih cinta Allahlah yang akan mengarahkan kita dalam hal mencintai seseorang. Rasa cinta seperti ini akan tumbuh pada saat kita bertemu seseorang yang kita menilainya sebagai “sosok seperti inilah yang dicintai Allah dan Rasul-Nya”. Yakni sosok yang taat kepada Allah, menjaga kesucian dan kehormatan dalam pergaulan, dan senantiasa berusaha mengikatkan seluruh perilakunya agar sesuai dengan syariat Islam. Sehingga ketika cinta seperti ini tak berbalas, maka tidak perlu ada penyesalan. Yakinlah, bahwa Allah Swt. pasti akan membalasnya dengan kebaikan yang melimpah dan menggantinya dengan yang lebih baik bagi kita. Karena bukankah kita mencintainya karena kecintaan kita kepada Allah?

Adik Lintang,

Tempatkanlah cinta, sayang dan cemburu karena Allah. Cemburu pada suami atau isteri adalah hal yang lumrah dan memang harus ada. Tapi untuk apa cemburu pada orang yang tidak memiliki ikatan apapun dengan kita? Apalagi cemburu pada dua orang yang berlainan jenis yang sedang bergaul dekat sementara syariat Islam melarang mereka berhubungan dekat sebelum menikah. Jadi, janganlah cemburu terhadap orang yang melanggar syariat-Nya. Tugas kita pada saat itu adalah meluruskan keduanya. Bukan karena cemburu ada saingan, tapi karena kita tidak ingin mereka terjerumus berbuat dosa tertipu syaitan.

Seorang muslim adalah kekasih Allah. Allah sangat mencintai seorang muslim dan cemburu bila melihatnya mulai cenderung dan mengikuti syaitan dan hawa nafsunya. Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada yang lebih pecemburu daripada Allah.” (HR Muslim)

Adik Lintang,

Bila kita telah memahami makna cinta yang sejati, insya Allah kita tak akan terpedaya oleh kata-kata “cinta”. Berapa banyak pemuda dan pemudi mengumbar kata “cinta” yang begitu dangkal. Dengan menjual kata “cinta”, mereka memuaskan mata menepis perintah Allah untuk menundukkan pandangan (ghadhdhul bashor) ke lawan jenisnya, menghanyutkan jiwa dengan bisikan yang melenakan, bahkan rela menggadaikan kehormatan dan tega merusak kesucian untuk sekadar memuaskan nafsunya.

Cinta seorang pemuda kepada seorang pemudi, harus dibuktikan dengan melamarnya (khithbah) secara baik-baik kepada orang tua atau walinya. Kemudian tetap menjaga batas-batas pergaulan antara dua jenis insan yang bukan mahrom. Dibolehkan memandang dalam rangka mendorongnya segera menikah. Diperkenankan saling berkenalan dan berdialog untuk mempersiapkan pernikahan, tentunya tanpa berdua-duaan (khalwat) dan tetap menjaga kesucian dan kehormatan masing-masing.

Jika cintanya sejati, mintalah teman laki-laki adik itu segera melamar adik. Jika tidak mau, maka cintanya bukanlah cinta yang sejati, namun sekadar hawa nafsu bujukan syaitan, bukan karena cintanya kepada syariah Allah.

Adik Lintang,

Cinta sebagaimana benci, keduanya adalah ujian. Sikapilah dengan kesabaran dan ketaatan. Carilah cinta yang sejati. Yaitu cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan perjuangan menegakkan syariah-Nya. Insya Allah adik tidak akan pernah bertepuk sebelah tangan. Allah Swt. pasti akan memberikan yang terbaik untuk adik. Karena Dia sangat mencintai orang yang mencintai-Nya, Rasul-Nya dan syari’at-Nya. Yakin itu.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s