Obrolan Tentang VCD Porno

VCD berisi tayangan porno tetap beredar dan menjadi incaran beberapa kalangan masyarakat. Tapi sekligus juga menjadi bahan hujatan masyarakat. Tapi kenapa masalah ini terus berulang? SOBAT Muda langsung terjun ke lapangan untuk mencari tahu soal ini. Pelajar, mahasiwa, ibu rumah tangga, guru, karyawan, sampe pedagang VCD diajak ngobrol soal ini.. Tapi sayang banget, ketika SOBAT Muda ngedatengin kantor polisi, khususnya di bagian Bina Mitra, nggak bisa ngobrol ama pak polisi. “Kami hanya anak buah, Mas. Bapak pimpinan sedang tidak ada di tempat” begitu komentar salah seorang polwan yang ada di ruangan tersebut. Ya, sudahlah. Oya, SOBAT Muda sempat hampir ‘frustasi’ ketika mampir ke para pedagang VCD. Mungkin karena takut kena razia, banyak di antara mereka yang nggak bersedia diwawancarai, bahkan ada yang menolak sambil ketakutan. Hihihi.. padahal udah ngenalin diri bahwa kita wartawan. Tapi, dengan trik khusus, akhirnya dua pedagang berhasil buka mulut. Met nyimak liputan hasil wartawan SOBAT Muda, O. Solihin.

Bang Fadli (nama samaran)

[pedagang VCD di kawasan Pasar Kebon Kembang Bogor]

Saya wartawan dari majalah Bang mau wawancara…

Maaf Mas, yang punyanya nggak ada. Saya cuma jaga aja.

Nggak, ini wawancara biasa aja. Mau kan?

Nggak ah. Nggak mau! (sambil memasang mimik muka ketakutan)

Gini aja deh, komentar Abang tentang beredarnya VCD porno, gimana?

Ya, nggak bagus. Itu bisa merusak moral bangsa.

Pernah ada yang nanyain VCD porno nggak sama Abang?

Ada aja sih yang iseng nanya-nanya.

Mahasiswa, pelajar, atau kalangan mana?

Biasanya bapak-bapak sih.

Suka ada razia nggak dari polisi?

Iya, ada. Tapi menurut saya percuma, harusnya polisi di Mangga Dua aja razianya. Itu pusatnya. Kalo di sini kan pedagang kecil.

Gimana seharusnya pemerintah memberantas masalah in?

Ya, polisi harus seriuslah. Jangan udah menangkap pedagang yang ketahuan jualin VCD porno malah dibebaskan lagi kalo udah dikasih uang jaminan.

Bang Samson (nama samaran)

[Pedagang VCD di Jl. Dewi Sartika, Bogor]

Pernah ada yang nanyain VCD porno nggak sama Abang?

Banyak Mas, kalo dilihat dari tampangnya mereka adalah dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan ada bapak-bapak.

Pernah jualan VCD porno nggak?

Nggak Mas. Takut kena razia polisi.

Komentar Abang tentang VCD porno?

Wah, itu merusak moral anak muda.

Sausan, 27 tahun

[Ibu rumah tangga, tinggal di Bogor]

Sikap ibu tentang maraknya peredaran VCD porno?

Kesal dan sedih. Karena saya juga punya anak. Khawatir meracuni perkembangan anak-anak saya jika mereka kemudian ikutan menonton VCD tersebut.

Maaf, pernah nggak nonton VCD porno?

Waduh, gimana ya, pernah juga sih dulu. (sambil mesem-mesem)

Terus gimana perasaan ibu setelah nonton tayangan itu?

Kalo sudah nikah sih, nggak masalah. Tapi kita nggak ada jaminan kan VCD tersebut kalo udah beredar luas nggak ditonton sama anak di bawah umur.

Setuju nggak kalo diberantas?

Saya sih setuju dong. Tapi harus konsisten. Masalah kerusakan moral bukan cuma VCD porno aja. Tapi banyak. Pemerintah harus segera menyelesaikan problem ini. Harus total.

Tapi faktanya kan selalu terulang?

Nah, itu dia. Karena kita masih menganut paham sekularisme. Harusnya terapkan Islam dong.

Budi

[karyawan swasta]

Komentar tentang VCD porno yang marak saat ini?

Ini sudah menjadi ajang bisnis yang menggiurkan. Masyarakat juga udah menganggap biasa dan wajar.

Kenapa bisa begitu?

Pemerintah kita terlalu longgar. Memberikan kebebasan dalam berbuat

Pernah nonton VCD porno?

Pernah satu kali. Setelah lulus SMU.

Perasaan kamu gimana setelah nonton?

Kalo nggak punya iman bisa ngelakuin deh.

Rendy, 28 tahun

[alumnus sebuah perguruan tinggi di Bandung]

Punya koleksi VCD porno nggak?

Koleksi, belum. Bukan nggak lho. Hehehe

Waktu di kampus dulu?

Dulu jamannya LD ya. Dan saya di lingkungan yang gimana gitu. Tahu sendirilah.

Pernah nyobain nonton?

Belum.

Punya solusi nggak?

Penyelesaiannya harus integral. Nggak parsial. Karena kerusakannya sudah struktural, jadi harus melibatkan semuanya: individi, masyarakat dan negara.

Dedi

[mahasiswa Fakultas Hukum, sebuah universitas swasta di Jakarta]

Pendapat kamu tentang maraknya VCD porno?

Dampaknya berat Mas. Ini bisa memicu krisis sosial seperti pemerkosaan, perzinaa, pelacuran, dan bahkan pembunuhan. Bahaya Mas.

Pernah ada yang nawarin VCD porno?

Pernah sih.

Terus nonton nggak?

Ya, gimana ya, manusia kan punya hawa nafsu. Hahaha

Pernah iseng nanyain VCD porno ke penjual VCD?

Hehehe… kepengen sih, tapi takut dan malu juga. Takut kena razia.

Saleh dan Ayu

[pelajar sebuah sekolah kejuruan di Bogor]

Pendapat kamu tentang peredaran VCD porno?

Itu merusak moral anak muda. Merendahkan harga diri wanita.

Pernah nggak ditawarin VCD porno sama temen?

Belum pernah

Pernah nanyain sama penjual VCD?

Belum pernah sih

Ada solusi nggak?

Polisi harus razia. Digerebek pabrik aja tuh.

Eh, ngomong-ngomong kalian pacaran?

Nggak. Lagi istirahat (keduanya malu-malu)

Jangan pacaran ya, nikah aja Hehe…

Ahhh.. tidaaak.. bapak bisa aja (keduanya kompak histeris)

Arti

[pelajar kelas SMKN 1 Bogor]

Komentar kamu tentang maraknya VCD porno?

Pasti jelek yang kayak gitu mah atuh (temennya nimpalin sambil nyebutin nama VCD porno yang lagi marak di pasaran)

Pernah nonton?

Belum pernah. Alhamdulillah.

Temen-teman suka ngobrolin masalah ini nggak?

Yang cowok paling ya yang suka ngomongin VCD porno mah.

Biar nggak marak gimana tuh?

Razia jangan hanya ke penjualnya, tapi ke yang buatnya.

Pesan buat teman-teman kamu?

Jangan sekali-kali nyobain nonton kalo masih sekolah kecuali udah nikah. Eh, itu juga nggak boleh ya? (tampak bingung). Dosa![]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s