Adab Bahasa

Dulu saya merasakan pelajaran bahasa daerah di sekolah amat menyusahkan. Bukan cuma menghapal kosa katanya, tapi juga harus mengetahui undak usuk (tingkatan) pemakaiannya. Kesan saya, bahasa daerah itu feodal. Pilihan kata disesuaikan dengan tingkatan lawan bicara kita. Bahasa untuk teman sebaya, jelasnya berbeda dengan bahasa untuk orang tua atau kalangan menak (terhormat). Jangan juga sampai salah memilih kata untuk dunia binatang atau ketika sedang marah. Wuih, repot nian bahasa daerah itu.

Tapi ketika saya mulai bergaul dengan banyak orang, manfaat itu baru terasa. Bahwa dalam hidup ini ada sesuatu yang tetap harus dijaga; tata krama. Dan berbahasa yang baik dan benar adalah salah satu cara kita menghormati orang lain. Bahasa yang baik, menunjukkan penghargaan kita pada seseorang. Sekaligus memberikan kesan yang baik pula pada diri kita. Tentunya kita tidak mau kan dikatakan kurang ajar hanya gara-gara salah dalam berbahasa.

Bahasa benar-benar sebuah warisan yang amat berharga. Cara memberikan penghormatan pada orang lain – khususnya yang berusia lebih tua – ditradisikan di mana-mana. Di Arab anak diminta menjawab dengan seruan ‘labayk’ saat orang tua memanggil, di Sunda ada kata ‘kah’ atau ‘kulan’, di Jawa ada kata ‘dalem’ sebagai jawaban santun atas panggilan orang tua. Bagaimana di daerahmu, pastinya ada kan?

Ada yang bilang kalau tata krama itu hanyalah basa basi dan formalitas. Bagi mereka kesantunan pada orang tua juga bukan budaya yang demokratis. Ia lebih mirip feodalisme karena selalu memposisikan yang tua ‘di atas’ kita. Benarkah demikian?

Bisa jadi, bila tanpa landasan iman. Ya, kalau kita berbuat baik pada orang lain tanpa dorongan iman, maka kesantunan kita hanyalah basa basi belaka. Atau ia sekedar aturan dan tradisi. Lebih parah, bisa juga sebagai cara untuk cari perhatian.

Adalah Islam yang membedakan antara kesantunan sebagai tradisi dengan kesantunan sebagai amal soleh. Semuanya atas dorongan iman dan niat yang ikhlas. Kita bisa lihat bagaimana Allah SWT. menyuruh kita untuk berbahasa yang baik pada orang tua saat mereka telah lanjut usia. “Dan ucapkanlah pada keduanya perkataan yang mulia (qawlan kariman)”(Al Isra: 23). Malah, seandainya mereka menyuruh kita berbuat kemungkaran, atau mungkin ingkar kepada agama, Allah tetap menyuruh kita untuk hidup bersama mereka

Yang luar biasa adalah saat Allah SWT. mengutus Nabi Musa dan Harun a.s. untuk menghadap Fir’aun. Meski raja Mesir itu congkak luar biasa, bahkan menyatakan dirinya sebagai tuhan, tetapi Allah SWT. memerintahkan kedua nabiNya untuk bertutur kata sopan padanya. “Pergilah kamu berdua kepada Fir`aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”(QS. Thaha: 43-44).

Sekarang, pelajari kebiasaan kita berbahasa. Apakah kita termasuk orang yang memperhatikan etika dan tata krama, ataukah selalu menuruti apa kata hati kita? Saat senang kita bermanis kata, tapi saat kusut kita tumpahkan kata-kata seenaknya?

Kata-kata bisa menjadi cerminan isi hati dan pikiran. Tapi bukan berarti kita harus menyampaikan sebuah pemikiran atau perasaan menuruti suasana hati kita. Lalu orang ‘kecipratan’ emosi kita. Ada kalanya kita harus belajar memendam perasaan dan bertutur kata dengan baik. Itulah sebabnya Nabi saw. berulang kali berwasiat pada seorang sahabat untuk tidak marah. Karena, kemarahan yang tak terkendali merusak citra dan tata krama berbahasa kita. Kalau itu terjadi, hati orang pun menjadi terluka. Padahal seperti kata pepatah, luka di hati terbawa mati. Yuk, terapkan akhlak terpuji dalam berbahasa. [Januar]

One thought on “Adab Bahasa

  1. trimakasih ya… membantu tuk referensi tugas akhirku di dkv (desain komunikasi visual) tentang tatakrama thd orang tua. 2009.🙂
    wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s