Niat Menikah Terhalang Adat

Assalaamu’alaikum. wr. wb.

Mbak, saya punya kakak perempuan yang belum menikah. Sementara saya sudah punya keinginan untuk menikah. Saya sudah mengkhitbah seorang akhwat. Tapi orangtua saya tidak ingin saya menikah dulu jika kakak perempuan saya belum menikah. Alasannya melanggar adat. Apa yang harus saya lakukan Mbak?

Bayu

Cikarang, Bekasi

Wa’alaikumus salaam. Wr.wb.

Adik Bayu di Cikarang,

Setiap perilaku kita sebagai seorang muslim, baik terpuji atau tercela, hanya ditentukan oleh Syariat Islam yang bersumber dari nash-nash Syar’i (al-Quran, Hadits, Ijma’ shahabat dan Qiyas). Sedangkan adat istiadat atau tradisi manusia (‘urf) adakalanya sesuai dengan syariat Islam dan adakalanya bertentangan. Yang boleh diterima hanyalah kalau tradisi ini tidak bertentangan dengan syariat Islam. Bila tradisi ini bertentangan dengan syari’at Islam, maka syari’atlah yang harus mengubahnya.

Di beberapa daerah Indonesia, kita mengenal adanya adat “pantang menikah mendahului kakak perempuan”. Kalaupun terpaksa menikah, ada tradisi yang mewajibkan “upacara langkahan” atau “membayar uang pelangkah”. Nah, yang seperti ini tidak dikenal di dalam Islam. Bahkan dianggap bertentangan karena bisa berarti mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkan oleh Islam. Ditambah lagi termasuk menghalangi seseorang yang hendak menikah.

Adik Bayu,

Ketika orang tua melarang adik untuk menikah mendahului kakak perempuan, hal ini bisa terjadi karena beberapa alasan: (1) karena takut melanggar adat, (2) karena menjaga perasaan kakak perempuan yang belum menikah, (3) karena khawatir omongan orang, dan lain-lain. Alasan-alasan ini tidak akan terjadi bila kita mampu mengubah cara berpikir orang tua dan kakak perempuan. Caranya adalah dengan menyampaikan motivasi atau keinginan kuat adik untuk menikah, yakni ingin meraih pahala di sisi Allah, ingin menjaga kesucian dan kehormatan diri dan berupaya menghindar dari kehinaan yang diakibatkan karena menunda-nunda pernikahan padahal telah mampu.

Sampaikan juga bagaimana Syariat Islam menyikapi adat-istiadat. Bila bertentangan dengan nash-nash syar’iy, maka wajib dihindari. Komitmen adik terhadap syariat Islam perlu ditekankan. Karena dikhawatirkan, sekalipun pada akhirnya adik bisa melangsungkan pernikahan, orang tua tetap menginginkan tatacara pernikahan sesuai adat istiadat. Sebagai contoh yang bertentangan dengan Islam, antara lain tabarruj (berdandan berlebihan pada mempelai wanita di hadapan laki-laki yang bukan mahromnya), penggunaan sesajen-sesajen dan campurbaur antara pria dan wanita yang bukan mahrom.

Adik Bayu,

Langkah-langkah yang Mbak sarankan dalam upaya memuluskan niat baik adik untuk menikah adalah:

(1) Awalilah dengan banyak berdoa. Memohon kepada Allah Swt. dalam doa seusai shalat agar adik dimudahkan melaksanakan amal kebaikan (salah satunya adalah menikah untuk menjaga kehormatan). Tegakkanlah shalat sunnah istikhoroh di malam hari, agar apapun langkah yang adik lakukan adalah yang terbaik di sisi Allah. Semoga adik bisa didekatkan dengan pilihan-pilihan langkah yang baik dan tepat serta dijauhkan dari pilihan langkah yang buruk. Bila memang Allah Swt. menetapkan adik untuk menikah dengan segera, yakinlah bahwa jalan menuju ke pernikahan akan dimudahkan. Rasulullah saw. bersabda (yang maknanya):“Tiga orang, yang ada hak atas Allah untuk menolong mereka: Orang yang berjihad fii sabiilillah, orang berhutang yang hendak melunasi hutangnya dan orang yang menikah yang hendak menjaga diri dari kehinaan.” (HR at-Tirmidzy).

Dengan mengawali setiap upaya dengan niat baik dan doa, insya Allah kita akan lebih kuat dan mantap dalam berupaya. Bahkan terkadang sesuatu yang berat menjadi mudah dan ringan dikerjakan. Rasulullah saw. pernah bersabda (yang maknanya): “Sesungguhnya doa itu dapat memberi manfaat (bagi pelakunya) untuk sesuatu yang telah terjadi dan belum terjadi. Maka wahai hamba Allah, lakukanlah doa itu”. (HR at-Tirmidzy)

Yakinlah bahwa Allah Swt. akan memudahkan hambaNya dalam meniti jalan kebaikan.

(2) Sampaikanlah pemahaman adik tentang pernikahan, yang didasari pada keyakinan Islam, kepada orang tua dengan cara yang santun dan lemah lembut. Kata-kata yang baik akan mudah mengena bila dilantunkan dengan cara yang baik. Sebagaimana air bisa meremukkan kerasnya batu karang dalam suasana yang sejuk dan mendinginkan.

Seringkali terjadi konflik antara anak dengan orang tua, hanya karena persoalan teknis penyampaian. Padahal Allah Swt. telah memerintahkan kita mengenai bagaimana bersikap kepada orang tua.”Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang…”(QS al-Isra 24). Niatkan bahwa disamping adik berkeinginan untuk menikah, adik juga selalu ingin berbakti kepada orang tua (birrul walidain) dengan tidak mengeluarkan kata-kata kasar yang menyakiti perasaan orang tua.

(3) Sampaikan juga kepada kakak perempuan tentang keinginan adik untuk menikah dengan cara yang baik (dengan gaya curhat seorang adik laki-laki kepada kakak perempuan biasanya lebih mengena). Bila kakak perempuan adik lebih mudah menerima pemahaman Islam ini, maka ia bisa mendukung niat adik dan membantu menyampaikannya kepada orang tua.

(4) Yang terakhir, bertawakkallah kepada Allah. Apapun hasilnya serahkan kepada Allah Swt. Terkadang, kita tidak mengetahui rencana terbaik yang telah disiapkanNya.

Oke adik Bayu, selamat berusaha![]

2 thoughts on “Niat Menikah Terhalang Adat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s