Tentang gambar dan liputan

Assalaamu’alaikum,

Ahlan wa sahlan yaa Sobat Muda. Seneng banget liat kamu nongol. Maklum, aku rindu berat ama media kayak kamu yang cerdas & kreatif mendakwahkan ide- ide Islam. But, jangan marah ya kalau aku ngasih saran, terserah deh mau diterima apa nggak terserah kamu, sarannya gini:

  1. Gambar-gambarnya pilih yang baik-baik saja. Jangan gambar yang norak (kayak gambar pada Die Another Amanda) edisi I. Nanti penggemarmu kabur karena tidak hobi gambar begitu.
  2. Tim editnya jangan lupa minum kopi sebelum kerja biar tidak banyak yang salah tulis.
  3. Liputannya jangan cuma di Pulau Jawa aja, kalau perlu adakan liputan ke seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke berjajar kemaksiatan yang perlu diungkap untuk dicari solusi tuntasnya.

Oke deh, maju terus pantang mundur! (tapi awas ada jurang di depan! Hehehe)

Salam dari Sobat Muda Makassar

@dhie

FS-PILAR Team

Makassar

‘alaikumsalam,

Kita nggak marah kok. Karena usulan, saran, bahwan protes adalah bagian dari evaluasi buat kita. Pertama, insya Allah di edisi ke depan kita nggak “nakal” lagi. Kedua, nah, itu udah dibantuin edit sama kamu (hehehe), insya Allah nanti lebih jeli lagi dalam editing. Ketiga, ehm, kebetulan kita baru bisa “menjajah” kawasan Jawa aja. Makasih ya.

Majalah khusus ikhwan ya?

Assalaamu’alaikum,

Selamat buat lahirnya Sobat Muda, mudah-mudahan bisa melahirkan generasi muda Islam yang tak gentar dengan musuh-musuhnya. But, ana mo kritik sama sobat muda neh (hehehe).

Sobat Muda majalah khusus ikhwan ya? Soalnya sampulnya (edisi 1), nggak cocok banget untuk akhwat! (nggak bisa ghodul bashar neeh). Gambar-gambarnya juga kok banyak yang nggak syar’i, kalau pun untuk diulas, kenapa terlalu dominan?

Afwan ya… ana nggak rela sobat muda terlalu fungky kayak majalah jahil. Oya, rubrik Ip-tech dan koka-in bagus banget …tingkatkan terus ya..billahi fii sabilil haq

Fidiyati Sahrani

[fidhy_farhat@yahoo.com]

‘alaikumsalam,

Fidhy yang baik, makasih atas apresiasi kamu. Untuk sampul sementara kita akan usahakan terus begitu. Insya Allah itu tidak melanggar syar’i. Mengenai gambar-gambar bagian dalam, kita usahakan lebih baik lagi.

Gambar Manusia

Assalaamu’alaikum,

Hai Sobat Muda, salam kenal dari gw. Cuma mau komen dikit. Di edisi pertama u kok gambarnya “Manusia” sih, kenapa gak kartun aja? Oya, Eftur itu redaktur kan? Kok gitu? Yang islami donk. Kok nampilin gambar asli gitu, entar bisa timbul hal-hal yang tidak diinginkan lho. Entar kalo cewek-cewek lebih tertarik sama Eftur daripada sama ide-ide yang diusung Sobat Muda gimana? Sorry kalo para redaksinya pada tersungging, ini cuma sedikit kritik kecil dari seorang sahabat baru kok. Selebihnya … chayooo Sobat Muda. Maju terus pantang mundur!

[superman_iez@mailpuppy.com]

‘alaikumsalam,

Wuih, meledak-ledak gitu Rek! Hehehe… Tapi nggak apa-apa, banyak cara menyampaikan unek-unek. Tampilan cover adalah untuk memancing minat calon pembaca dan akhirnya bisa baca isinya. Lha, kalo gambar kartun, nanti di rak toko buku SoDa dijejerin bareng Donald Bebek (hehehe just kidding euy!). Oke deh, makasih atas kritikanmu.

Jika KKN Tanpa Hijab

Bisa dikatakan jika Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan rutinitas Universitas, bahkan mata kuliah yang hanya 2 sks ini terkategori wajib walaupun ada pilihan lain semisal Kuliah Kerja Usaha (KKU). Namun KKN lebih banyak peminatnya dibandingkan KKU.

Dalam pelaksanaan KKN ini mahasiswa tidak sedikit mengeluarkan uang untuk keperluan ini dan itu. Terlebih mahasiswa sedikit terbebani oleh tuntutan daerah KKN tentang “sumbangsih” apa yang akan diabadikan di tempat KKN.

Yang saya miriskan bukan dari hal semacam itu, tetapi bebasnya pergaulan yang aji mumpung; mumpung dekat, mumpung bareng dan lainnya. Karena sudah jadi aturan dalam satu paket kelompok KKN terdiri dari berbagai jurusan dalam satu universitas yang jumlahnya tidak sedikit.

Imbas ini berujung pada mencari pasangan hidup. Tidak jadi suatu masalah jika saja dalam proses mendapatkannya dilakukan sesuai dengan anjuran syara. Namun menjadi suatu masalah yang besar jika ini adalah produk pergaulan bebas ala KKN.

Tidak sedikit fakta, KKN terkondisikan dengan satu atap/satu rumah. Ini terjadi karena sulitnya fasilitas yang disediakan misalnya, dan banyak hal lain yang jadi alasan terkondisikannya KKN tersebut.

Akibatnya, pergaulan yang tak terhijab pun kerap terjadi seperti bertukar pikiran ikhwan-akhwat (curhat) dan membicarakan hal-hal yang khusus (pribadi). Padahal selaku muslim ada hijab antara ikhwan-akhwat dalam kehidupan atau terpisah (infisol). Terkecuali alasan medis, muamalah, dan pendidikan. Seringkali KKN yang tidak terhijab dijadikan alasan sebagai urusan pendidikan sehingga pergaulan bebas terlegalkan.

Jika saja kita berbalik pada sistem pendidikan Islam hal seperti ini tidak akan terjadi karena sistem pendidikan Islam akan melahirkan para pelajar yang paham akan hidupnya diatur oleh Islam termasuk pergaulan. Wallahu’alam bish shawab.

For KALAMERS UPI jaga hijab!

Fatin Nurkhairunnisa

[fatin_nk@yahoo.com]

Cair dan mudah dicerna

Assalaamu’alaikum,

Dear SoDa, bagaimana kabar semuanya? Semoga sehat selalu ya? Aku cuma mo ngasih aperesiasinya aja. Edisi perdana kamu ok’s bang-get! Bahasanya cair dan mudah dicerna. Selamat dan semoga terus berjaya!

Budi, Jakarta

[waletireng@yahoo.com]

‘alaikumsalam,

Makasih banget atas penghargaan dan kepercayaannya kepada kita-kita. Tetep semangat yo!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s