Agar Ramadhan Berbuah Takwa

Oleh: Zein Ahmad*

Sobat, selama bulan Ramadhan ini sepertinya yang kudu kita pikirin adalah evaluasi sampai sejauh mana tingkat amalan kita di bulan suci ramadhan ini, bukan saja amalan yang soleh tapi juga amalan yang salah. Dengan evaluasi ini kita akan tahu seberapa besar tingkat kelebihan dan kelemahan kita. Ya, namanya juga manusia, pasti aja ada benar dan salahnya dalam beramal, ‘tul nggak?

Sesuatu yang kita pandang baik belum tentu menurut Allah juga baik dan sesuatu yang kita anggap buruk belum tentu menurut Allah juga buruk, bisa jadi sebaliknya. Allah Maha Tahu mana yang baik dan buruk bagi manusia sedangkan kita tidak. So… kebaikan dan keburukan menurut Allah itulah yang harus kita pegang, kebaikannya kita tingkatin dan keburukannya kudu dihapus. Apalagi di bulan suci Ramadhan ini saat Allah Swt. melipatgandakan seluruh amal kebaikan kita hingga 700 kali lipat, jadi tunggu apalagi?

Tetap semangat mengkaji Islam

Sebelum kita melakukan sesuatu, tentu harus mengetahui dulu petunjuknya, begitupun ketika melakukan amal perbuatan kita kudu tahu hukumnya, nggak boleh sembarangan supaya nggak sesat. Itu sebabnya kudu rajin dan terus meneru mengkaji Islam untuk mengetahui bagaimana agama yang sempurna ini mengatur sistem kehidupan manusia dari mulai yang kecil hingga yang gede. Mulai ibadah ritual sampe aturan bermasyarakat dan bernegara.

Dan inget!… jangan pernah merasa bosan untuk itu, jangan cuma pas bulan puasa aja kita semangat pergi ke pengajian, tapi juga dilakukan secara kontinyu selama kita hidup. Yup, biar kita jadi pinter tentang Islam. Nah, di sinilah kita akan tahu betapa luasnya ajaran Islam yang mengatur seluruh sisi kehidupan manusia.

Semangat Ramadhan ini juga harus tetap menyala meski kita berada pada bulan di luar Ramadhan. Kajian Islam yang digalipun tidak hanya melulu masalah ibadah ritual, karena Islam itu luas, Bro. Setelah mengkaji Islam maka pemikiran kita sebagai seorang muslim harus mulai terbuka dengan pemahaman Islam yang dimiliki untuk membaca dan memahami keadaan sekitar kita, di dalam dan di luar negeri secara global. Bagaimanakah kehidupan mereka? Apakah mereka bahagia atau menderita? Hukum siapakah yang diterapkan atas mereka? Kita akan mengetahui jawabannya dan sekaligus solusi total atas segala permasalahan yang menimpa manusia di seluruh penjuru dunia ini dengan mengkaji Islam secara benar.

Tingkatkan kualitas amal

Pada bulan ramadhan sebagai bulan penempaan dan pensucian ini selain menahan lapar dan dahaga, pastinya juga kita akan selalu menjaga setiap amal perbuatan yang kita lakukan, menjaga lisan kita dengan tidak berbohong, berbicara kotor atau menyakiti hati orang lain, menjaga pandangan mata agar tidak jelalatan, menjaga hati dan pikiran agar selalu berprasangka baik, tidak fiktor (berfikir kotor), sekaligus menjaga seluruh anggota badan kita yang lain dari hal yang dapat merusak pahala puasa.

Sebaliknya kita akan selalu melakukan perbuatan yang baik, meningkatkan ibadah pada Allah Swt., berbicara benar dan manis, bersikap jaim dan imut, selalu beramal yang sholeh dan luhur. Namun mengapa kita melakukan itu semua hanya saat bulan ramadhan saja? Apakah kita tidak mampu melakukannya di luar bulan Ramadhan? Apakah kita pake ‘jimat’ sehingga kuat dan perkasa melakukan semua itu di bulan Ramadhan tapi loyo bin letoy melakukannya di luar ramadhan? (duilee.. pertanyaannya bombastis banget neh! Hehehe)

Sobat, emang di bulan Ramadhan semua itu kondusif dilakukan, dan justru itulah semestinya yang menjadi modal dan semangat baru bagi kita untuk lebih meningkatkan kualitas amal ibadah pada bulan-bulan yang lain, karena ibarat baterai yang sudah di-charge, seharusnya bisa berjalan lebih optimal dan tahan lama. Kalo nggak, ya berarti ada yang eror pada baterai itu alias nge-drop.

Begitupun pada diri kita seharusnya dapat menjauhi kemaksiatan dan lebih greng ketika melakukan amal ibadah pasca Ramadhan. Kan udah ditempa, kalo ternyata masih loyo berarti ada yang eror juga pada diri kita. Nggak sedikit lho yang seperti ini, seperti kata Rasulullah; “Betapa banyak orang yang melakukan puasa tapi yang didapatinya hanyalah rasa lapar dan haus” (iiih rugi amat). Padahal dosa-dosa kita akan di-laundry selepas bulan suci ramadhan ini bila kita melaluinya dengan benar.

Sobat, jangan sampe deh kita seperti bunglon yang mendadak alim pas bulan Ramadhan kayak kebanyakan seleb tanah air yang menyulap penampilannya jadi kalem, berkerudung dan relijius. Tapi lihat ketika bulan puasa lewat, lewat pula segala apa yang dikenakan tadi, kembali kepada wujud aslinya (wuiiih sereeem). Kalo kita sama seperti itu, apa artinya ibadah puasa yang kita jalanin selama sebulan penuh yang katanya bulan penempaan dan pensucian diri ini?

Perubahan menyeluruh

Sobat, bila kita cermati realitas kehidupan manusia pada saat ini cenderung berbuat pada hal-hal yang hanya menguntungkan sesaat dan membawa ke jalan sesat. Parahnya hal ini juga dilakukan secara terus menerus. Bayangin aja, bagaimana jadinya manusia bila senantiasa melakukan hal ini, pasti deh kita yang masih normal nggak bakalan mau kecuali ada di antara kita yang jadi anak buahnya Mak Lampir (hehehe).

Nah, pada momen Ramadhan ini (apalagi menjelang akhir), seharusnya hal itu diubah oleh kita sebagai individu muslim dengan meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah Swt. dan beramal sholeh. Lalu bersama masyarakat melakukan kontrol sosial dengan cara mendukung amar ma’ruf nahi munkar alias tidak cuek. Dan yang paling pokok adalah dengan penerapan hukum-hukum Allah secara total oleh negara, sehingga yang terjadi adalah sebaliknya; segala amalan seorang muslim diarahkan untuk ibadah kepada Allah Swt., baik amalannya itu dalam hal ibadah ritual, belajar mengajar, berjual-beli, sampe masalah politik, sosial budaya dan hankam (poleksosbudhankam).

Sedangkan untuk amalan yang salah maka pintu menuju ke arah itu akan ditutup. Kalo kejadian juga, maka pelakunya akan diberikan sanksi oleh negara tanpa pandang orang (bukan bulu lho!). Gimana? Masih penasaran? Makanya gaul donk dengan cara mengkaji dan menyebarkan Islam![]

*Alumnus SMUN 4 Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s