Pakaian Ketat, Penyakit Terpikat

Model pakaian kaum remaja masa kini sungguh beragam, Mulai yang kedombrongan, sampai ekstra ketat mudah kita lihat di mana-mana. Masing-masing punya variasi yang luar biasa pula, seiring dengan berkembangnya tren dan mode berpakaian.

BTW, tahu kan apa yang disebut pakaian ketat? Yap, pakaian yang melekat erat di kulit, sampai-sampai terlihat dengan jelas bentuk dan lekukan tubuh sang pemakai. Nggak ada ruang yang tersisa sedikitpun antara kulit dengan bahan pakaian tadi. Nempel abis, kayak perangko melekat erat di amplopnya.

“Memang kenapa sih kita mesti ngomongin baju ketat? Kan badan udah ketutup, kulit tubuh tak kelihatan, atau dengan kata lain, sudah tidak telanjang memamerkan tubuh. Sudah menutup aurat ini.” barangkali begitu komentar para pemakai busana ketat.

Memang bagi kamu yang beraliran ketat eh memakai baju ketat, merasa sudah menutupi tubuh dengan pakaian, sesuai dengan salah satu fungsi pakaian, yaitu sebagai penutup tubuh. Jadi kita bisa dengan mudah membedakan mana yang keturunan Nabi Adam AS, en mana yang ‘keturunannya’ obyek penelitian Charles Darwin (he..he..he..).

Banyak di antara kamu memilih baju dengan pertimbangan-asal badan udah ketutup-atau sekadar ikut arus mode yang lagi ngetren–supaya tidak dicap kuno bin kolot, juga ketinggalan jaman. Bahkan ada juga yang asal comot, nggak peduli apapun; “emang ini yang gue punya!”. Wah, wah asal banget ya. Padahal ada yang lain yang perlu diperhatikan dalam berpakaian. Mau tahu? Yok kita simak uraian di bawah ini.

Baju ketat, pilihan sehat?

Apa hubungannya pakaian ketat dengan kesehatan? Sabar dulu Neng, jangan langsung apriori. Orang sabar disayang sama Tuhan lho.

Sobat muda, memang benar busana ketat bukan pilihan yang tepat bagi tubuh. Kain yang melekat erat dengan kulit, yang tidak menyisakan rongga antara kulit dan kain, membuat kulit tidak bisa ‘bernafas’. Karena tidak ada sirkulasi udara di sana maka akan terjadi peningkatan kelembaban di kulit. Di bawah lapisan kulit, terdapat banyak kelenjar keringat yang menghasilkan keringat yang akan dikeluarkan melalaui pori-pori kulit. Keringat ini dibutuhkan tubuh untuk mengatur suhu tubuh.

Ketatnya kain yang melekat pada kulit akan meyebabkan naiknya suhu di daerah yang tertutup tadi sehingga produksi keringat akan meningkat. Meningkatnya keringat akan meningkatkan kelembaban pada kulit, dan kondisi ini sangat memudahkan perkembangbiakan bakteri yang ada di kulit. Dalam keadaan normal, bakteri tadi tidak akan menimbulkan masalah. Tapi bila jumlah bakteri meningkat, maka akan memberikan akibat yang tidak menguntungkan. Keringat akan berbau. Keadaan ini pasti tidak akan menimbulkan rasa nyaman. Bisa-bisa harga diri jatuh lantaran bau badan. Itu adalah masalah pertama.

Masalah kedua adalah meningkatnya kelembaban akan mempermudah jamur untuk berkembang biak (jadinya jamuran deh!). Muncul rasa gatal akibat banyaknya jamur di tempat-tempat yang lembab. Wah, kamu bakalan sibuk menari dan goyang sendirian. Mau jadi obyek tontonan gratis? Bila keketatan kain tadi berlangsung lama, bisa juga terjadi iritasi kulit alias kulit kemerahan dan lecet. Rasanya perih lah ya. Kalau kena air, wow enak sekali. Kalau begitu, jangan dikenai air dong. Tahu nggak, kalau ada luka lecet yang dibiarkan saja dan tidak terawat, ada risiko terkena infeksi lebih lanjut. Ternyata jadi lebih parah.

Masih ada lagi yang perlu diperhatikan sehubungan dengan pemakaian busana ketat. Bagaimana jika yang mengalami keketatan pakaian tadi di daerah vital? Catat baik-baik ya. Bagi remaja putri, jika daerah rawan selalu dalam tekanan busana yang ketat, maka kelembaban juga akan meningkat. Dan akan terjadi hal yang sama seperti yang sudah diuraikan di atas. Hanya saja risiko lebih besar. Daerah vital yang lembab tadi memudahkan tumbuhnya jamur dan bakteri tertentu yang akan menimbulkan keputihan dan juga infeksi pada daerah tersebut. Bila terjadi dalam jangka lama, dan tidak ada perubahan suasana, maka infeksi tadi bisa menjalar ke organ reproduksi yang lain. Bila ini sudah terjadi, maka akan menimbulkan masalah yang lebih serius. Adanya infeksi di organ reproduksi bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan menetap pada organ tersebut yang akan berisiko terjadinya infertilitas, yaitu susah mendapatkan keturunan.

Buat remaja cowok, kamu juga jangan merasa aman-aman saja. Kebiasaan bercelana ketat, akan membuat suasana panas di daerah vital. Buah zakar yang selalu dalam suhu yang tinggi alias kepanasan akan memberikan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sel-sel sperma yang memang disimpan di dalamnya. Padahal sel sperma tidak tahan pada suasana panas. Akibatnya sel- sel tadi tidak akan berdaya guna, dan inilah salah satu hal yang menjadia penyebab infertilitas pada pria. Waduh, syerem banget!

Begitulah sobat muda, ternyata pilihan pada baju ketat bukan pilihan yang tepat karena ternyata tidak sehat. Oke deh, yuk kita tinggalin kebiasaan mengenakan pakaian ketat. Siap Jendral!

Baju ketat tidak sesuai dengan syariat!

Selain dari sudut kesehatan, ada lagi yang perlu kamu pahami. Dan inilah landasan utama keharusan untuk meninggalkan baju ketat. Islam ternyata punya aturan berkenaan dengan baju yang boleh kita pakai. Jadi seorang muslim, tidak boleh asal berpakaian, tapi harus mengikuti rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya.

Setiap muslim wajib menutup auratnya. Dan yang dimaksud dengan aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan tangan, sedang bagi laki-laki adalah dari pusar sampai lutut. Menutupnya pun tidak boleh sembarangan asal ketutup. Tapi harus longgar sehingga tidak menampakkan bentuk dan lekuk tubuh, bahannya pun tidak boleh transparan alias tembus pandang. Itu beberapa pedoman umum yang perlu dipahami. Adapun secara rinci bagaimana aturan berpakaian dalam Islam bagi remaja putri maupun putra, akan dibahas dalam rubrik yang lain.

Jadi sobat muda, jelas sudah apa yang seharusnya kita pilih sebagai busana kita. Busana ketat, selain tidak sehat ternyata juga bertentangan dengan syariat. Oleh karena itu, jangan jadikan pilihan, mari kita tinggalkan, dan ikuti aturan Islam. Yuk, kita jadikan Islam sebagai pedoman dalam kehidupan kita termasuk dalam memilih busana yang akan kita kenakan.[arum]

3 thoughts on “Pakaian Ketat, Penyakit Terpikat

  1. bener banget kate ente,udah banyak bukti ilmiah dan berdasarkan syariat
    sangat tidak baik dengan kenyamanandan keamanan terutama cewek,sekarang
    dah banyak baju modis yang jauh dari unsur ketat,coba aja deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s