Awas Jadi Korban Kekerasan!

Cewek jadi korban kekerasan, bukan berita mengejutkan. Ada yang jadi korban pencopetan, penganiayaan, perampokan, penjambretan ampe pembunuhan. Hiii…ngeri! Kenapa ya selalu jadi sasaran? Trus, gimana caranya biar nggak jadi korban?

Belum lama ini kamu mungkin denger berita tentang tiga mahasiswi Bandung yang dirampok dengan sadis di atas angkutan kota. Yup, mereka adalah jamaah Darut Tauhid milik Aa Gym. Perampok itu sadis banget, udahlah merampas harta yang nggak seberapa nilainya, mereka juga membunuh dengan cara melemparkan ketiganya ke sungai berlumpur. Padahal mereka baru pulang dari pengajian malem itu.

Dua dari tiga mahasiswi itu pun tewas setelah sehari lebih tenggelam di sungai. Gimana nggak nemui ajal, dengan tangan diikat kerudung mereka (yang direnggut paksa oleh perampok), mereka lalu diceburkan ke sungai idup-idup. Nggak perikemanusiaan banget, ya!

Korban kejahatan laen juga sering kita baca di koran, berita teve atau radio. Kamu masih inget kasusnya Amanda kan? Mahasiswi perguruan tinggi terkemuka di Jakarta itu ditemukan tewas di mobilnya dalam kondisi mengenaskan. Diketahui, doi dalam kondisi hamil. Pelaku pembunuhan itu ternyata pacarnya sendiri. MasyaAllah!

Akibat show off

Dari sekian banyak korban kekerasan, paling banyak emang menimpa kaum hawa. Maklum, makhluk lemah lembut ini (bukan sejenis lelembut sih!), emang sasaran empuk bagi penjahat untuk mencapai visi dan misi mereka. Sebab biasanya, kaum hawa nggak berani melawan, cenderung pasrah, takut dan ngeper duluan kalo ngadepin penjahat. Apalagi kalo yang tampangnya sangar.

Selain itu, penampilan kaum hawa itu sendiri seringkali mengundang orang untuk berbuat usil kepadanya. Ya, cewek emang hobi show off alias pamer. Banyak lho cewek ABG yang bawa HP, dan suka sengaja memperlihatkan gadget segede genggaman itu. Entah pas di angkot, atawa waktu ngeceng di mal. Maklum, biar dibilang gaul en borju. Kalo HP cuma diumpetin di pojok tas kan rugi. Ya udah, kalo ketahuan penjahat yang matanya ijo, pasti diincer deh!

Jadi intinya, penjahat akan makin rakus melakukan aksinya bila kesempatan terbuka lebar. Makanya, kamu jangan suka menciptakan peluang buat dirampok. Kalo kamu punya perhiasan, gak usah pamer. Biasa aja lagi! Kalo buat kondangan ke tetangga sebelah sih, aman-aman aja. Tapi kalo mau kuliah atau sekolah aja pake emas, intan, berlian, itu namanya cari perkara.

Lagipula, sikap pamer alias riya’ itu kan dilarang Allah Swt. Malah dalam salah satu hadits disebutkan, riya’ bisa tergolong perbuatan syirik kecil. Diriwayatkan dalam satu hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesuatu yang paling aku khawatirkan kepada kamu sekalian adalah perbuatan syirik kecil. Ketika ditanya tentang maksudnya, beliau menjawab: Yaitu riya’.” (HR Ahmad, Ath-Thabarani, Ibnu Abid-Dunya dan Al Baihaqi dalam kitab Az-Zuhd)

Selalu waspada

Yang perlu kamu inget, pelaku kejahatan itu bisa siapa aja. Bukan hanya mereka yang notabene punya tampang serem, bertato, berkumis tebel, dll. Orang-orang di sekitar kita yang punya karakter lemah lembut pun bisa jadi kriminil, loh! Yah, seperti yang menimpa Amanda itu. Tentu kamu nggak habis pikir kan kenapa cowoknya sendiri ampe tega ngabisin nyawa Amanda?

So, kamu kudu mewaspadai siapa aja orang-orang di sekitar kamu yang kira-kira berpotensi berbuat jahat ama kamu. Terutama mereka yang minim pemahaman agamanya. Nggak menutup kemungkinan lho tetangga kamu, temen kamu, atau bahkan sodara kamu sendiri ternyata seorang kriminil. Kepada mereka itu, nggak usah cari-cari masalah atau sebaliknya berakrab-akrab ria. Sebab jika kepentok, bisa jadi mereka berbuat nekat.

BTW, banyaknya aksi kejahatan yang mengancam kaum hawa itu, bukan berarti jadi alasan buat berdiam diri. Nggak lucu dong, gara-gara takut dirampok atau dibunuh lantas berdiam diri aja di rumah alias nggak melakukan aktivitas apapun. Padahal di rumah pun belum tentu aman dari penjahat. Suer, banyak juga lho penjahat yang suka nyatroni hunian. Iya, nggak? So, nggak ada alasan kamu bolos ngaji dengan alasan takut jadi korban kekerasan. Apalagi kalo ngajinya di siang bolong, itu seh kamunya aja yang kena penyakit males.

Oya, meski kehidupan utama wanita di dalam rumah, tapi bukan berarti ngetem selamanya di sana. Boleh aja keluar rumah kok. Apalagi kalo untuk urusan melaksanakan kewajiban, kudu lagi. Yup, cewek pun punya kewajiban yang nggak mungkin dia laksanakan dengan berdiam diri di rumah aja. Misal menuntut ilmu. Jaman sekarang belajar nggak cukup di rumah, meski ortu kita profesor doktor sekali pun. Kita butuh sekolah, ngaji, dan dakwah yang semua itu harus dilakukan di luar rumah. Nah, semua aktivitas itu kudu tetep dijalanin. Jadi jangan cari alasan takut keluar rumah trus nggak ngapa-ngapain.

Tapi, jangan pula suka kelayapan kalo nggak ada keperluan urgen. Apalagi kalo lewat tempat-tempat rawan kejahatan. Misal ngeceng di terminal (awas diganggu preman!), window  shopping ke pasar (awas dicopet!), lewat di tempat sepi (awas rampok atawa penculik), dll.

Pokoknya nggak siang nggak malem, yang namanya orang jahat tuh nggak pandang bulu. Begitu ada kesempatan mereka nggak pikir dua kali buat beraksi. Yang penting, kamu kudu tahu trik-triknya biar keluar rumah aman (makanya baca boks, ya!). Di antara yang terpenting adalah berdoa ketika bepergian. Islam udah mengajarkan bagaimana doa keluar rumah, doa ketika di kendaraan dan doa keselamatan, kan? Nah, kamu kudu praktikkan itu. So, hati-hatilah selalu, oke? Tetep semangat! [kholidah]

Boks///

Muslimah Membentengi Diri

Hidup di jaman sekarang emang bener-bener nggak aman. Bayangin, kejahatan siap menyergap kita setiap saat, di mana saja dan kapan saja. Kalo gak pandai-pandai jaga diri,  bisa jadi sasaran. Nah, ini ada beberapa tips buat kamu-kamu untuk jaga diri:

  1. Hindari pergi sendirian ke tempat asing, yang kamu belon pernah bertandang ke sana. Apalagi jika nggak ada keperluan urgen. Jika memang harus, bawa temen atau mahrom buat jaga-jaga.
  2. Hindari keluar malam atau pulang larut malam, apalagi sendirian. Kadang karena suatu keperluan, apalagi niat baik seperti ngaji atau dakwah, kita terpaksa pulang malem. Nggak dilarang seh, tapi enakan rame-rame, biar nggak was-was.
  3. Teliti milih kendaraan umum dan tingkatkan kewaspadaan. Termasuk ama penumpang di dalamnya, bila ada yang mencurigakan langsung stop aja. Atau kalo perlu tereak sekenceng-kencengnya.
  4. Bila perlu, lengkapi diri dengan ‘senjata’ darurat untuk jaga-jaga. Dalam buku ‘Self Defense’ disebutkan, kini banyak beredar alat ‘pengaman’ yang sewaktu-waktu bisa mengejutkan penjahat jika mereka mulai mengganggu kita. Ada yang modelnya handphone dan pena dan bisa bikin kayak kesetrum. Ada pula berupa cincin yang bisa nyemprotin bubuk lada (biar penjahat pada perih matanya). Kamu bisa membelinya. Atau yang paling sederhana, kamu bawa gunting lipat kecil, atau cutter. Alat mungil itu bisa kamu pakai buat membela diri jika kepepet, tanpa melukai penjahat secara fatal. Yang penting mengejutkan penjahat dan kamu punya peluang kabur.
  5. Membekali diri dengan ilmu bela diri, nggak ada salahnya. Emang, butuh latihan fisik yang nggak ringan. Kalo kamu tertarik, kamu kudu teliti memilih jenis ilmu bela diri itu dan teknik latihannya. Maksudnya, kalo latihannya kudu jejingkrakan hingga kamu nggak bisa pake jilbab, kudu khalwat ama pelatih, atau ada ikhtilat, ya nggak usah maksain diri. Waspada juga ama kelompok ilmu kanuragan yang make bantuan mahkluk dari dunia lain (oh…seram).
  6. Banyak berdzikir. Ingatlah bahwa Allah Swt. selalu menjaga kita. Di manapun kita berada, kalo kita inget Allah, Insya Allah Dia akan menjaga kita. Karena itu, jangan suka meleng jika lagi jalan sendirian. Apalagi sekarang banyak penjahat pake hipnotis. Bibir yang basah dengan dzikrullah akan jadi benteng terakhir kita dari sergapan penjahat. [kholidah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s