Kesederhanaan Rasulullah saw.

Beberapa tahun lamanya Anas bin Malik menjadi pembantu Rasulullah saw. Oleh karena itu tidaklah heran bila ia mengetahui cara hidup Rasulullah saw. yang amat sederhana. Misalnya, bila berbuka puasa Rasulullah seringkali hanya minum susu karena memang tidak memiliki makanan lain.

Berkata Anas bin Malik: “Suatu hari aku mempersiapkan minuman untuk buka beliau, tetapi beliau terlambat datang. Karena aku menduga tentunya beliau memenuhi undangan berbuka dari sahabatnya, maka minuman itu aku minum. Setelah larut agak malam beliau baru datang. Dari salah seorang yang bersama beliau akhirnya aku tahu bahwa dugaanku itu ternyata keliru. Rasulullah saw. ternyata belum berbuka. Anda bisa bayangkan betapa takut dan malu rasanya hatiku bila Rasulullah menanyakan minumannya. Tetapi apa yang terjadi? Mengetahui minumannya telah habis, Rasulullah menahan lapar dan dahaganya tanpa menanyakan minumannya kepadaku sampai terbit fajar!” (Sumber: Bahan  Renungan Kalbu, Yayasan Mutiara Tauhid)

Yang Lebih dan Yang Khusus

Ali bin Abi Thalib ra menjawab pertanyaan pendeta Yahudi tentang berbagai hal:

  1. Yang lebih besar dari langit adalah membuat-buat kebohongan terhadap Allah Ta’ala
  2. Yang lebih luas dari bumi adalah kebenaran
  3. Yang lebih panas dari api adalah hati orang yang rakus dalam mengumpulkan harta
  4. Yang lebih cepat dari angin adalah doa orang yang teraniaya
  5. Yang lebih kaya dari samudera adalah hati orang yang tawakal
  6. Yang lebih keras dari batu adalah hati orang yang durhaka
  7. Yang kita lihat tapi tidak dilihat oleh Allah adalah wajah orang kafir dan perbuatannya
  8. Yang khusus untuk Allah adalah ruh
  9. Yang khusus untuk kita adalah amal kita
  10. Yang terbagi antara kita dan Allah adalah, yang berasal dari kita adalah doa dan yang berasal dari Allah adalah ijabah (mengabulkan doa)

“Ayat-ayat al-Quran itu ibarat intan; setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. Dan tidak mustahil jika Anda mempersilahkan orang lain memandangnya, maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang Anda lihat.” ( Ibrahim Ibn Umar Al Biqa’iy, Ahli Tafsir di Mesir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s